Senin, 23 April 2012

Motor Boros? Ayo Kenali Penyebabnya!

Sebagian penduduk Ibukota kini beralih menggunakan kendaraan roda dua. Mengapa??? Karena selain dinilai lebih efisien untuk menembus padatnya lalu lintas ibukota, motor juga dinilai lebih hemat dalam penggunaan BBM serta, mengurangi anggaran biaya transportasi sehari-hari.


Namun apa jadinya bila niat kita yang tadinya mau berhemat, malah gagal karena motor boros bensin? Berikut adalah beberapa penyebab yang membuat motor menjadi boros bensin :

 1. Macet


Hal ini sepertinya sudah menjadi makanan sehari-hari warga Jakarta. Saat jam sibuk pagi hari ketika orang-orang berbondong-bondong menuju tempat kerja dan sekolah dan saat jam pulang kantor pada waktu sore hari adalah saat dimana puncak kemacetan terjadi. Ketika macet Mesin kendaraan akan terus berputar namun kondisi kerdaraan tetap berhenti. Hal ini menyebabkan tenaga yang dikeluarkan mesin menjadi percuma.Selain itu,pengemudi harus berkali-kali membuka gas lebar-lebar saat hendak jalan. hal ini juga mengakibatkan bensin yang keluar lebih banyak ketimbang saat jalan dalam kondisi lancar.


2. Kondisi jalan (Menanjak, dan banyak polisi tidur)


Kondisi jalan yang menanjak, membuat pengendara harus membuka gas lebih banyak saat hendak mendapatkan tenaga untuk melalui jalan tersebut. Sama halnya saat melewati jalan yang banyak polisi tidur. Disini pengendara harus berkali-kali mengerem kendaraannya dan membuka kembali gasnya untuk mendapatkan tenaga melalui polisi tidur. Hal ini membuat bensin banyak terbuang sia-sia.






3. Memainkan gas terus-menerus (mengeber-geber)


Nah, hal ini yang kadang tidak disadari para pengendara motor. Saat menunggu lampu merah para pengendara biasanya iseng memainkan tuas gasnya. Entah disengaja ataupun tidak. Mereka sering menarik-narik gas untuk menunjukan suara kenalpot mereka lebih keren dibandingkan motor lainnya. Atau beda kasusnya,pengedara yang doyan ngebut dijalan raya biasanya akan menarik gas dalam-dalam dan mengerem mendadak. Inilah salah satu hal menyebabkan bensin menjadi boros.




4. Kondisi motor


 Kondisi motor bisa dijadikan indikator menentukan irit tidaknya suatu kendaraan. Jika beban yang diberikan pada motor besar, maka akan menambah kerja mesin motor, selain itu penggunaan aksesoris yang berlebihan juga bisa mengurangi tingkat efisiensi penggunaan BBM. Kemudian, pengecekan berkala motor sangat mempengaruhi tingkat penggunaan bensin. Semakin rutin servis berkala yang dianjurkan, maka konsumsi bensin tidak akan terlalu boros.








5. Suhu


Suhu udara juga bisa mempengaruhi tingkat konsumsi  bahan bakar. Semakin tinggi suhunya maka pembakaran bahan bakar juga semakin cepat, sebaliknya jika suhu udara rendah maka bensin tidak mudah cepat terbakar. Sehingga mengurangi konsumsi bahan bakar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar